<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834</id><updated>2011-08-19T19:39:35.988+07:00</updated><title type='text'>ANTONIUS MARYADI</title><subtitle type='html'>CATATAN SEORANG GURU</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-1925597331066302553</id><published>2010-11-22T09:25:00.000+07:00</published><updated>2010-11-22T09:25:17.046+07:00</updated><title type='text'>Ujian Nasional Dijadwalkan April 2011</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA--MICOM:&lt;/span&gt; Ketua Badan  Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi mengatakan  pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat SMA/MA, SMA Luar Biasa dan SMK  tahun 2011 diperkirakan akan dilaksanakan pada awal April. Sedangkan  ujian ulangan digelar satu bulan setelah pelaksanaan UN utama yakni  sekitar akhir Mei. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila pada tahun ini ujian nasional dilaksanakan pada bulan Maret,  maka tahun depan diperkirakan mundur menjadi April," katanya pada  Lokakarya UN di Jakarta, Jumat (15/10).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan untuk UN tingkat SMA,MA,SMALB dan SMK&amp;nbsp; 2011  direncanakan dilaksanakan pada 4 hingga 9 April. Sementara untuk ujian  ulangan akan digelar pada 23-27 Mei.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ujian utama tingkat SMP,MTS dan SMPLB dapat  dilaksanakan pada 11-14 April dan ulangan 23-24 Mei. Sementara Ujian  Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) diselenggarakan pada Mei 2010.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djemari menjelaskan sambil menunggu tahun depan UN akan  disempurnakan. Seperti kriteria kelulusan untuk sekolah yang telah  mencapai standar nasional pendidikan atau kategori mandiri ditentukan  oleh BSNP. "Sementara untuk yang belum penuhi standar ditentukan oleh  masing-masing provinsi," katanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaran UN SMA,SMK dan MA, tambahnya, BSNP mendelegasikan  pelaksanaanya pada perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah  dengan dibantu oleh dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu  Pendidikan (LPMP). Sedangkan untuk tingkat SMP dan MTS dilakukan oleh  dinas pendidikan provinsi dan kota.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djemari menambahkan, penyempurnaan lainnya yakni mengenai pencetakan  bahan ujian nasional harus dilakukan oleh perusahaan yang memenuhi  kriteria dan sebaiknya dilakukan pada rayon seperti rayon Sumatera,  Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Timur. "Pencetakan bahan UN  SMA,MA, dan SMK dilakukan perguruan tinggi negeri," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya juga akan meniadakan tim pemantau independen yang bertugas  memantau pelaksanaan UN untuk SMP dan MTS dan akan diserahkan pada dinas  pendidikan dan kabupaten. Djemari menegaskan, UN wajib dilaksanakan  pada semua satuan pendidikan karena amanat dari PP No 19 tahun 2005  tentang Standar Nasional Pendidikan. (Ant/OL-2)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-1925597331066302553?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/1925597331066302553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2010/11/ujian-nasional-dijadwalkan-april-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/1925597331066302553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/1925597331066302553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2010/11/ujian-nasional-dijadwalkan-april-2011.html' title='Ujian Nasional Dijadwalkan April 2011'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-7984648886678333632</id><published>2010-05-27T00:08:00.000+07:00</published><updated>2010-05-27T00:08:59.995+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2382500/KTSPEkonomiSMA2.zip.html"&gt;KTSPEkonomiSMA-X&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-7984648886678333632?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/7984648886678333632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2010/05/ktspekonomisma-x.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/7984648886678333632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/7984648886678333632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2010/05/ktspekonomisma-x.html' title=''/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-4564505739453523264</id><published>2010-01-23T10:51:00.000+07:00</published><updated>2010-01-23T11:12:47.483+07:00</updated><title type='text'>Ujian Nasional Diubah pada 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Dinilai Paksakan Kehendak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta, Kompas - &lt;bell&gt;&lt;/bell&gt;Perubahan mendasar pada pelaksanaan ujian nasional baru bisa dilaksanakan pada tahun 2011. Jika perubahan dilakukan dalam ujian nasional tahun ini yang sebentar lagi digelar, dikhawatirkan bakal menimbulkan kebingungan bagi siswa dan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Keinginan untuk memperbaiki UN guna mengakomodasi keinginan masyarakat mesti dilaksanakan, UN tahun 2010 ini sebagai masa transisi untuk perbaikan mendasar UN pada tahun berikutnya,” kata Rully Chairul Azwal, Ketua Panitia Kerja Ujian Nasional Komisi X DPR di Jakarta, Jumat (22/1).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rully mengatakan, DPR tidak lagi mempersoalkan apakah UN kali ini sah pascaputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi pemerintah soal gugatan UN. Dari konsultasi dengan MA, Ketua MA Harifin A Tumpa menegaskan bahwa tidak ada penghentian, pelarangan, atau penundaan UN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”UN tahun ini tidak melanggar putusan MA. Jadi, kami anggap masalah hukum UN sudah selesai,” ujar Rully.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun hasil UN sebagai penentu kelulusan, kata Rully, memang masih diperdebatkan. Masih ada fraksi di Komisi X yang meminta supaya hasil UN tidak sebagai syarat kelulusan dan saling memveto.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kami menyadari jika standar pendidikan kita belum merata. Jangan sampai UN itu membawa korban pada siswa dan sekolah-sekolah yang belum mencapai standar pelayanan minimum. Tetapi, perubahan itu kita siapkan untuk UN berikutnya supaya hasil UN jangan lagi merugikan siswa,” tegas Rully.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga saat ini, dana alokasi UN senilai Rp 562 miliar masih diberi tanda bintang yang artinya belum disetujui Komisi X. Keputusan penghapusan tanda bintang diputuskan pekan depan, menunggu hasil kerja panitia kerja UN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;b&gt;Pemaksaan kehendak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara terpisah, Muhammad Isnur, Koordinator Tim Advokasi Korban UN, mengatakan, pemerintah melakukan pemaksaan kehendak dengan tetap melaksanakan kebijaksanaan UN. Presiden dan Mendiknas dinilai hanya mencari-cari dalil dan legitimasi bahwa UN tidak bertentangan dengan putusan MA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Presiden, Wapres, Mendiknas, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah divonis lalai dan melanggar dalam pemenuhan dan perlindungan HAM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isnur menilai MA juga lari dari tanggung jawab untuk memenuhi putusan yang dibuatnya sendiri. ”Pengujian atas putusan seharusnya juga dilaksanakan melalui proses eksekusi dan penilaian majelis hakim bukan dilemparkan kepada anggota DPR yang merupakan lembaga politik,” ujar Isnur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Semarang, anggota BSNP, Mungin Eddy Wibowo, mengimbau agar tim pengawas satuan pendidikan dan tim pemantauan independen lebih berani dan tegas dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini. Tim pemantau dan pengawas harus berani masuk ke ruang ujian jika menemukan pelanggaran dan menindak pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, pihaknya siap untuk melaksanakan UN. Unnes bertanggung jawab dalam pengawasan pencetakan berkas soal dan pelaksanaan ujian serta pemindaian soal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudijono pun menekankan bahwa perguruan tinggi tidak dapat bertanggung jawab dalam proses pencetakan naskah soal karena terkendala persoalan biaya dan peralatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-4564505739453523264?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/4564505739453523264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2010/01/ujian-nasional-diubah-pada-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/4564505739453523264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/4564505739453523264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2010/01/ujian-nasional-diubah-pada-2011.html' title='Ujian Nasional Diubah pada 2011'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-4473996619572466404</id><published>2009-12-02T22:55:00.000+07:00</published><updated>2009-12-02T22:55:23.997+07:00</updated><title type='text'>Tulislah, dan Seluruh Masalahmu Lenyap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;TIDAK &lt;/strong&gt;banyak orang hobi menulis buku harian. Padahal dengan mengungkapkan segala masalah, emosi dan persoalan yang dihadapi dalam buku harian, langkah ini bisa jadi terapi untuk menyembuhkan trauma emosional yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empat tahun lalu, Veronica Chapa mengalami depresi berat. Dia patah hati. Kecewa dengan mantan pacarnya dan merasa heran kenapa dia bisa memilih lelaki macam Joni yang tidak pernah punya perhatian sedikitpun pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak mau melakukan kesalahan yang kedua kalinya, Veronica mengikuti sebuah terapi. Harapannya dengan terapi itu dia bisa mengenal dirinya sehingga tidak salah lagi dalam berkeputusan. Ikutlah dia dalam sebuah kelompok terapi menulis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena latar belakangnya adalah penulis di bidang marketing, Vero, begitu gadis usia 29 tahun disapa, merasa terapi ini tampaknya tidak begitu sulit dan akan mudah untuk diikutinya. Namun, kelihatannya dugaan Vero&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;meleset. “ Saya tahu, saya hanya tinggal menulis pada kertas kosong yang disediakan, tapi rasanya kok sulit ya menulis tentang diri sendiri,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin lokakarya ini, Michele Weldon, penulis buku berjudul &lt;em&gt;Writing to Save Your Life&lt;/em&gt; memiliki solusi sederhana buat Vero. “Tulislah surat untuk diri sendiri,”. dan Vero pun mulai menemukan kuncinya. Lalu, mulailah dia menangis, beberapa menit setelah menulis dua kata di kertasnya, berbunyi “Dear Veronica.”&lt;br /&gt;“Sekali dua kata itu tertuliskan, langsung terbukalah kepenatan, kekecewaan serta kegelisahan yang saya alami. Semuanya seolah mengalir dan membual keluar tanpa bisa ditahan,” ungkap Veronica.&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirip dengan Chapa, kali ini pengalaman datang dari seorang mahasiswi di sebuah Universitas di Jakarta. Sebut saja namanya Dian. Gadis manis usia 22 tahun ini bercerita kepada SENIOR. “Setiap kali saya ada masalah, selalu yang menjadi teman buat penghibur adalah buku harian saya,” jelas gadis asal Semarang ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku ini, cerita Dian, adalah tempat curahan hatinya. Banyak kali dan apa pun masalah yang dialaminya, Dian ceritakan semuanya lewat kata-kata dan tulisan. “Mungkin bisa jadi novel kalau seluruh cerita di gabung-gabung,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan memang, menurut Dian, buku harian itu layaknya seorang terapis yang bisa menyembuhkan segala gundah gulanda yang dialaminya. Kekecewaan dan semua perasaan hati yang tidak menyenangkan bisa sedikit demi sedikit hilang seolah ditelan habis oleh lembaran-lembaran kertas wangi buku hariannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kuncinya Berani Mulai&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Chapa dan Dian hanyalah sedikit contoh orang yang mencoba menggunakan tulisan sebagai satu cara untuk masuk ke dalam dirinya sendiri. Hanya dengan mengambil pena lalu menuliskan segalanya, semua persoalan yang mengganjal dan membebani membalik menjadi sesuatu yang lebih menantang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, “Begitu banyak orang merasa tidak bisa dan kesulitan memulai semuanya,” jelas natalie Goldberg, pengarang buku Writing Down the Bones.&lt;br /&gt;Namun seperti Chapa dan Dian, kuncinya adalah berani untuk mulai. Dengan sendirinya, kita akan menemukan gaya tulisan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seiring dengan populernya terapi ini, para psikolog kemudian menemukan bahwa ternyata bentuk terapi tulisan ini tidak bisa diterapkan untuk setiap orang. Bentuk tulisan lain mungkin akan lebih berguna dalam membantu mencapai transformasi pribadi. “Tidak ada bentuk tunggal. Setiap orang memiliki gaya dan modelnya masing-masing,” jelas James W. Pennebaker, psikolog dari University of Texas di Austin. “Selain itu, trauma yang dialami antara orang yang satu dengan yang lain sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadar kesulitan dan beratnya masalah juga berbeda,” tegas James.&lt;br /&gt;Meski demikian, menurut James, tulisan terutama yang berisi ungkapan hati, bagi penulisnya sendiri memiliki potensi besar dalam menyembuhkan ketidakseimbangan emosi. Bahkan bisa juga meredam gejala-gejala yang muncul akibat penyakit kronis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun lalu, James Pennebaker adalah psikolog yang dikenal sebagai penulis dan penggagas mengenai manfaat tulisan dalam menyembuhkan trauma emosional. Dalam tulisannya, James bahkan menyebutkan kalau tulisan yang berupa ungkapan hati pribadi seseorang bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Dalam penelitian lain, bahkan ditemukan bahwa asma dan arthritis&amp;nbsp; dapat diredam dan diperbaiki dengan metode menulis seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mengambil Jarak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang terjadi saat menulis sehingga tulisan tampaknya memiliki kekuatan luar biasa menyembuhkan trauma fisik dan psikis? James menyebutkan, ketika seseorang mulai menuliskan seluruh emosi dan pengalamannya dalam sebuah tulisan, dia seolah menempatkan seluruh pengalamannya itu dalam sebuah frame seperti Anda meletakkan foto diri Anda dalam sebuah figura.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itulah, Anda bisa melihat dengan jelas masalah apa yang sebenarnya Anda hadapi. Menulis, menurut James adalah sebagian langkah menuju tindakan refleksi. Sehingga harapannya, segala persoalan akan bisa dianalisis atau dilihat lagi secara proporsional. Namun, kalaupun tidak dilihat lagi, tulisan tetap membantu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara filosofis, langkah menulis memberi jarak antara Anda sendiri dan masalah yang sedang dihadapi. Karenanya, seluruh pengalaman bisa dilihat lagi dengan jelas dan Anda menjadi tidak terobsesinya olehnya. Dengan mengambil jarak inilah, proses penyembuhan berlangsung. (Kompas.com, Jumat, 11 Januari 2008)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-4473996619572466404?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/4473996619572466404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/12/tulislah-dan-seluruh-masalahmu-lenyap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/4473996619572466404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/4473996619572466404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/12/tulislah-dan-seluruh-masalahmu-lenyap.html' title='Tulislah, dan Seluruh Masalahmu Lenyap'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-7094072997871819905</id><published>2009-12-01T12:28:00.000+07:00</published><updated>2009-12-01T12:33:34.759+07:00</updated><title type='text'>Duh.. Pak Guru kok Transaksi Narkoba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;SURABAYA, KOMPAS.com &lt;/b&gt;- Muhamad Syafi’i (36), guru sebuah sekolah swasta di kawasan Mulyorejo, Sabtu (28/11) malam dibekuk polisi usai melakukan transaksi narkoba di Jl Kaliasin Pompa, Surabaya. Warga Jalan Kedung Rukem ini ditangkap bersama barang bukti satu poket sabu-sabu (SS) seberat 0,25 gram.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya, polisi menarget pengedar berinisial D. Menurut Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo Aiptu Suparmin, D diketahui sebagai pengedar yang tinggal tak jauh dari rumah Syafi’i. “Dari informasi masyarakat, D disebut-sebut akan transaksi narkoba dengan seseorang di Jl Kaliasin Pompa. Kami pun menyanggong ke sana, tapi ternyata transaksi sudah selesai,” kata Suparmin, Minggu (29/11).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Polisi hanya menemukan Syafi’i sambil membawa narkoba hasil transaksi. Dia langsung dibawa ke Mapolsek Mulyosari untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan, dia mengakui baru saja transaksi narkoba dengan D. ”Saya kenal D satu minggu yang lalu. Terus dia cerita tentang narkoba dan saya ingin mencobanya,” ujar Syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syafi’i membeli satu poket SS seharga Rp 500.000. Rencananya, akan dikonsumsi sendiri di rumah. Tapi belum mencicipi, dia sudah keduluan dibekuk polisi. ”Tapi kami tidak percaya begitu saja, karena biasanya pengguna narkoba selalu mengatakan baru pertama kali saat tertangkap,” jelas Suparmin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-7094072997871819905?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/7094072997871819905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/duh-pak-guru-kok-transaksi-narkoba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/7094072997871819905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/7094072997871819905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/duh-pak-guru-kok-transaksi-narkoba.html' title='Duh.. Pak Guru kok Transaksi Narkoba'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-3196075962328797850</id><published>2009-11-28T02:23:00.000+07:00</published><updated>2009-11-28T02:25:41.719+07:00</updated><title type='text'>Tantangan Mengembangkan Visi Guru sebagai Pelaku Perubahan dan Pendidik Karakter</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gagasan untuk mengembangkan visi guru sebagai pelaku perubahan semestinya menjadi bagian hakiki kinerja seorang guru. Namun, mempromosikan gagasan ini tidaklah mudah. Dalam hal mengajar misalnya, banyak guru yang masih merasa nyaman dengan hanya duduk di depan kelas dari tahun ke tahun. Cara mengajar yang sekadar duduk di depan kelas sesungguhnya menjadi tanda kurangnya dinamisme. Padahal dinamisme adalah bagian esensial bagi sebuah perubahan. Mungkin itu hanyalah contoh kecil. Bisa jadi ini hanya simbolis dan tidak mewakili keadaan guru secara keseluruhan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa berubah bukanlah sebuah urusan bisnis yang sederhana. Umumnya, guru sulit berubah, bahkan setelah melewati berbagai macam kursus, seminar, pelatihan, dan kegiatan semacamnya, karena telah memiliki cara mengajar tersendiri yang menjadi andalan, yang tidak dapat disentuh oleh orang lain. Pendek kata, mengajar dianggap merupakan privasi guru di dalam kelas. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Doni Koesoema, dalam bukunya "Pendidik Karakter di Zaman Keblinger: Mengembangkan Visi Guru sebagai Pelaku Perubahan dan Pendidik Karakter", berupaya mengembangkan dan meradikalkan visi dan peran guru sebagai pelaku perubahan dan pendidik karakter. Hal tersebut perlu, terutama kala profesi keguruan cenderung mudah terjebak dalam perangkap konflik kepentingan, ekonomi, dan kelompok politik tertentu yang dangkal. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya pula, sebagai pelaku perubahan, guru bisa memainkan peran memperbarui tatanan sosial masyarakat dengan cara memperkaya dan memperkokoh kepribadian siswa serta menanamkan kesadaran kritis melalui fungsi transformatif pendidikan yang dimulai dengan pembentukan dan pendidikan karakter. Proses pengembangan karakter di sekolah dilakukan menyeluruh (integral) antara diskursus dengan praktik dan antara kegiatan kurikuler (akademis) dengan pergaulan sehari-hari.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih menurut Doni, sekarang ini kita hidup pada zaman keblinger, sebuah zaman saat dunia lari tunggang langgang dan menciptakan situasi yang membuat guru kehilangan orientasinya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Otonomi dan kebebasan untuk merumuskan jati diri sebagai guru menjadi sulit sekali untuk dijaga. Jangankan untuk menghambat terorisme global, untuk melawan ujian nasional yang merenggut otonomi guru saja mereka tidak mampu. Jangankan berurusan dengan perusahaan multinasional, untuk mengurus uang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saja tidak becus. Dalam situasi seperti ini, guru sering tidak sadar dengan peran dan visi strategis dan radikal yang mesti mereka miliki. Bagaimana bisa menjadi pelaku perubahan jika untuk mengubah dirinya saja guru masih kesulitan. Ketika sekolah atau otoritas negara berupaya meningkatkan mutu guru melalui sejumlah kegiatan, seperti pelatihan, lokakarya, seminar, atau semacamnya, ternyata semua itu tidak cukup memberi dampak positif. Bahkan, untuk sebuah perubahan mendasar yang menyangkut kemampuan pedagogis maupun penguasaan bahan ajar. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini pula yang kemudian memberi kesan bahwa guru-guru yang sudah lolos sertifikasi pun dinilai belum menunjukkan peningkatan kompetensi dan profesionalismenya. Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), bahkan mengingatkan guru untuk introspeksi diri apakah sudah menjalankan tugasnya secara profesional. ”Guru harus terus didorong untuk mengembangkan profesionalismenya,” kata Sulistiyo. PGRI menilai isu profesionalisme guru ini harus mendapat perhatian serius karena tidak akan pernah ada pendidikan yang bermutu jika kualitas gurunya tidak bermutu. (Kompas, 25/11)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Doni menilai,  ini terjadi karena tak ada kerangka kerja jangka panjang yang melatarinya sehingga perubahan radikal yang diharapkan tak kunjung dicapai. Untuk itulah, ia kemudian merumuskan tujuh strategi untuk membumikan gagasannya yang hendak meradikalkan visi dan peran guru sebagai pelaku perubahan dan pendidik karakter. Ketujuh strategi itu adalah menjernihkan visi sebagai guru, menumbuhkan semangat peneliti dalam diri guru, membiasakan umpan balik dari para pemangku kepentingan, menumbuhkan kejujuran akademis, mempraktikkan pembelajaran kolaboratif, mengembangkan sekolah sebagai komunitas belajar profesional, dan menumbuhkan kultur demokratis di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketujuh strategi tersebut memang tidak bersifat teknis karena hal yang ingin dicapai adalah perubahan paradigma. Meski demikian, penjernihan visi sebagai guru sangatlah penting. Visi inilah yang berfungsi sebagai orientasi dan landasan yang memotivasi guru untuk bertindak, beraktivitas, dan mengembangkan diri. Visi seseorang sebagai guru juga dapat dilihat dari bagaimana dia memahami tujuan pendidikan, pengajaran, siswa, pengetahuan, dan masyarakat. Dengan kata lain, visi sangat berkaitan dengan sejumlah asumsi dasar yang akan sangat berpengaruh terhadap praktik pendidikan dan pembelajaran di kelas. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja upaya mengubah paradigma dan visi mendasar dari profesi keguruan tidaklah sederhana karena terkait kompleksitas persoalan yang dihadapi guru di lapangan. Pada zaman keblinger ini, misalnya, mistifikasi profesi guru terjadi ketika muncul euforia berlebihan oleh komunitas dalam mengidealkan berfungsinya peranan guru. Di sisi yang lain, beban kerja dan rutinitas di sekolah semakin menyulitkan guru mengembangkan dan mengubah diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah tantangan yang harus dihadapi untuk mengembangkan visi guru sebagai pelaku perubahan dan pendidik karakter di zaman keblinger. Siapkah guru-guru untuk menjawabnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-3196075962328797850?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/3196075962328797850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/gagasan-untuk-mengembangkan-visi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/3196075962328797850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/3196075962328797850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/gagasan-untuk-mengembangkan-visi-guru.html' title='Tantangan Mengembangkan Visi Guru sebagai Pelaku Perubahan dan Pendidik Karakter'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-3004989053789275360</id><published>2009-11-26T23:53:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T23:53:18.771+07:00</updated><title type='text'>Asvi Menggapai Kebenaran Sejarah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Hari-hari akhir bulan September menjadi istimewa bagi Asvi Warman Adam (55). Obsesinya menguak kebenaran sejarah, di antaranya tentang Peristiwa 1965, lagi-lagi memperoleh momentum. Dia ajak pemerintah, sesama sejarawan, dan masyarakat berpikir ulang tentang narasi-narasi masa lampau, utamanya tragedi 1965.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Mengenai kemungkinan pelanggaran berat HAM, sekitar Peristiwa 1965, menurut ahli peneliti utama LIPI itu, peristiwa Pulau Buru sebagai peristiwa paling jelas. Tempatnya jelas, tahun terjadinya jelas, pelakunya jelas, serta korban dan jumlahnya jelas. Dengan tujuan mengamankan Pemilu 1971, lebih dari 10.000 orang yang digolongkan tahanan politik 1965 golongan B dimasukkan ke kamp kerja paksa lebih dari 10 tahun. Stigma buruk diterapkan kepada mereka, selain pembunuhan, penangkapan tanpa proses dan pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kasus Pulau Buru merupakan mata rantai peristiwa sekitar 30 September 1965. Selama bertahun-tahun narasi tentang peristiwa itu hanya satu versi, yakni versi Orde Baru, bagian dari upaya justifikasi kekuasaan dan pengumpulan kekuatan. Justifikasi itu diawali dengan pembunuhan besar-besaran setelah 1 Oktober, ada yang memperkirakan jumlahnya lebih dari setengah juta orang. Penciptaan narasi tunggal disusul proyek Pulau Buru. Gugatan yang muncul dibungkam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Seiring deru reformasi tahun 1998, masyarakat mulai kritis dengan narasi dan pencitraan versi tunggal. Film Pengkhianatan G30S/PKI yang diputar luas setiap akhir bulan September digugat. Menurut dia, tidak lagi diputarnya film itu secara luas merupakan satu keberhasilan. ”Inilah pertama kali terbuka munculnya upaya meluruskan sejarah Peristiwa 1965. Disusul kemudian berbagai versi yang ditulis para korban dan analis-analis yang sebelumnya tidak terkuak ke permukaan,” kata Asvi Warman Adam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Asvi mengutip sejarawan Inggris, EH Caar, bahwa kebenaran sejarah gugur manakala ditemukan data baru. Munculnya narasi-narasi baru itu adalah bagian dari ajakan menemukan dan meluruskan. Keputusan politik, katakan ketetapan MPR, adalah produk politik bagian dari justifikasi kekuasaan. Oleh karena itu, ketika data baru semakin banyak ditemukan, versi tunggal perlu ditinjau ulang, kalau perlu, ditindaklanjuti dengan rehabilitasi nama baik dan permintaan maaf dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sampel yang representatif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Demi pelurusan sejarah dan hapusnya pembohongan, Asvi tidak hanya memimpikan sekitar Peristiwa 1965 atau peristiwa lain, seperti Peristiwa Mei 1998, tetapi bahkan sejak awal Indonesia merdeka. Tidak perlu semuanya, tetapi dipilih peristiwa dan masalah sebagai sampel yang representatif. Misalnya, kurun 1945-1955, 1955-1965, dan seterusnya, sehingga diperoleh sekitar 10 kasus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Asvi setuju bahwa demi alasan politis ada bagian-bagian peristiwa yang ditutupi, tergantung dari perspektif masing-masing. Namun, kalau narasi itu adalah kebohongan, itu perlu dibongkar. Taruhlah kisah tentang Serangan Oemoem 1 Maret dengan cara menghilangkan peran tokoh lain. Itu kebohongan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Awal ketertarikannya ke sejarah Peristiwa 1965 dimulai pada satu peristiwa pada tahun 1999. Dia diminta ceramah oleh Yayasan Hidup Baru, sebuah yayasan yang mengurusi bekas tahanan politik 1965. ”Saya terharu atas semangat juang mereka. Saya terharu ketika mereka, bapak-ibu berusia sepuh itu, mengumpulkan uang recehan. Hasilnya sekitar Rp 25.000, diserahkan sebagai honorarium ceramah saya,” kenang Asvi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Dengan ketekunan, dia ikuti dan teliti segala narasi Peristiwa 1965 yang berkembang selama ini. Dia sampaikan obsesi itu dalam berbagai tulisan dan karangan pengantar buku, yang semuanya berfokus ajakan menguak kebohongan sejarah, utamanya sekitar Peristiwa 1965.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Dari tujuh buku yang sudah ditulisnya, menulis Peristiwa 1965 tidak hanya berkenaan dengan peristiwa satu malam tanggal 30 September, tetapi juga penangkapan, penahanan, perburuan massal yang memakan korban lebih dari setengah juta orang, pencabutan paspor mahasiswa Indonesia di luar negeri, serta pembuangan paksa 10.000 tapol ke Pulau Buru tahun 1969-1979. Hal itu termasuk stigma dan diskriminasi jutaan orang keluarga korban Peristiwa 1965. Peristiwa-peristiwa itu disebutnya ”pancalogi”, sebagai rangkaian prolog, peristiwa, dan epilog G30S (Asvi Warman Adam, 1965. Orang-orang di Balik Tragedi, Galangpress, 2009).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Bagi Asvi, Peristiwa 1965 merupakan tanda atau pembatas zaman. Dari banyak peristiwa sejarah yang dialami bangsa Indonesia, Peristiwa 1965 merupakan pembatas zaman dalam berbagai bidang. Perubahan politik yang besar terjadi dalam bergesernya kedudukan Indonesia dari pemimpin negara nonblok dan dunia ketiga menjadi ”murid yang baik” AS. Kebijakan ekonomi berdikari menjadi kebijakan ekonomi pasar yang bergantung pada modal asing. Tidak ada kritik, tidak ada polemik, semua dalam satu versi, yakni versi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Peralihan dari profesi wartawan (3 tahun sebagai wartawan) ke peneliti/sejarawan tidak kecil peranan yang diberikan Prof Dr AB Lapian. Dalam status belum setahun bekerja di LIPI, setelah keluar dari majalah Sportif tahun 1983, Asvi memperoleh tawaran mengajar Bahasa Indonesia di Paris, Perancis, sekaligus beasiswa. Dia perlu memperoleh rekomendasi pimpinan LIPI. Lapian bertanya, ”Rekomendasi saya tulis dalam bahasa Inggris, Perancis, atau Indonesia?” Akhirnya rekomendasi ditulis dalam bahasa Indonesia, menerakan bahwa Asvi boleh ke Paris mengajar sekaligus belajar. ”Nah, itulah titik balik profesi saya,” Gelar doktor ilmu sejarah pun diperolehnya dengan disertasi tentang sejarah Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Di benak Asvi, dia memimpikan narasi sejarah dibebaskan dari kebohongan-kebohongan. Biarlah peristiwa itu sendiri bicara tentang sejarahnya! Menggapai kebenaran sejarah? Yaaah..., Asvi tertawa lepas!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;(Oleh : St. Sularto) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-3004989053789275360?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/3004989053789275360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/asvi-menggapai-kebenaran-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/3004989053789275360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/3004989053789275360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/asvi-menggapai-kebenaran-sejarah.html' title='Asvi Menggapai Kebenaran Sejarah'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-178101540516193174</id><published>2009-11-26T21:32:00.000+07:00</published><updated>2009-11-27T02:07:53.553+07:00</updated><title type='text'>Guru Dituntut Perbaiki Kinerja</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Jakarta, Kompas - &lt;bell&gt;&lt;/bell&gt;Guru-guru yang sudah lolos sertifikasi dinilai belum menunjukkan peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Jika guru tidak mengubah pola kerjanya, proses pembelajaran tidak akan bisa bertambah baik meskipun kurikulum diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Untuk itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo, Selasa (24/11), mengingatkan guru untuk introspeksi diri apakah sudah menjalankan tugasnya secara profesional. PGRI menilai isu profesionalisme guru ini harus mendapat perhatian serius karena tidak akan pernah ada pendidikan yang bermutu jika kualitas gurunya tidak bermutu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;”Guru harus terus didorong untuk mengembangkan profesionalismenya,” kata Sulistiyo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Pernyataan senada juga ditekankan salah satu Ketua PB PGRI Sugito pada saat dengar pendapat dengan Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas serta Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama di Jakarta. ”Kami mimpi semua guru bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan sehingga kualitasnya bisa meningkat sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Sugito.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Salah satu cara meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, kata Sugito, adalah dengan memberikan pelatihan secara rutin, paling tidak setiap lima tahun sekali, untuk setiap guru. Pelatihan ini dinilai sangat penting agar guru dapat mengikuti dan mengetahui perkembangan pengetahuan terbaru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;”Saya kira tidak akan terlalu besar anggarannya. Ini penting supaya guru mendapatkan sesuatu yang baru,” kata Sugito.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;b&gt;Pemerintah daerah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Tanggung jawab peningkatan kualitas dan profesionalisme guru ini bukan hanya di pundak pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah sesuai dengan era otonomi daerah. Sulistiyo dan Sugito mengingatkan pemerintah daerah untuk memaksimalkan peruntukan anggaran pendidikan 20 persen bagi kegiatan pendidikan, bukan hanya untuk membayar gaji guru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;”Saat ini sebagian besar anggaran pendidikan masih untuk membayar gaji guru,” kata Sulistiyo yang juga Ketua Komite III DPD RI itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Untuk memperjelas penggunaan anggaran pendidikan 20 persen, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas Baedhowi menilai perlu ada pedoman perhitungan anggaran pendidikan dalam APBD untuk pemerintah daerah agar tidak tumpang tindih dengan APBN. ”Kami sudah minta ke Departemen Keuangan karena ini kewenangan mereka,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Namun sebenarnya yang lebih penting, kata Baedhowi, adalah pemberdayaan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan penyelenggaraan pelatihan-pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Keprihatinan pada nasib guru—terutama guru non-PNS— dan sertifikasi guru yang tidak menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan beberapa kali diungkapkan anggota-anggota Komite III DPD RI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Mohammad Ali membenarkan adanya kesan bahwa pemerintah seolah-olah lebih mengutamakan peningkatan kesejahteraan guru dibandingkan peningkatan kualitas guru dan pendidikan. Ini terjadi karena pemerintah seolah-olah sedang ”kejar tayang”. ”Kita ingin semua guru sudah disertifikasi pada tahun 2014,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-178101540516193174?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/178101540516193174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/guru-dituntut-perbaiki-kinerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/178101540516193174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/178101540516193174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/guru-dituntut-perbaiki-kinerja.html' title='Guru Dituntut Perbaiki Kinerja'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-4900527837670544472</id><published>2009-11-26T21:27:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T21:27:36.770+07:00</updated><title type='text'>Peserta UN 2010 Dicampur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta, KOMPAS - &lt;bell&gt;&lt;/bell&gt;Ujian Nasional tahun 2010 untuk siswa SMA sederajat akan berbeda dengan pelaksanaan ujian nasional sebelumnya. Selain waktunya dipercepat dari April menjadi Maret, peserta ujian nasional dalam satu ruangan merupakan peserta campuran dari sekolah lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebijakan Ujian Nasional (UN) campuran itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009 yang ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Bambang Sudibyo, pada 13 Oktober 2009. Dalam peraturan tersebut, pada Pasal 14 Ayat (2) dinyatakan, peserta ujian nasional, ”... dalam satu ruangan terdiri atas peserta ujian dari beberapa sekolah/madrasah dalam satu kecamatan dan/atau kabupaten/kota.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Membingungkan guru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebijakan mencampur peserta UN itu membingungkan pihak sekolah, guru, dan siswa. Apalagi hingga saat ini kepastian soal perubahan-perubahan teknis dalam pelaksanaan UN belum juga disampaikan secara resmi ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah pimpinan sekolah dari berbagai daerah, Rabu (25/11), mengatakan, rencana mencampur peserta UN menambah beban psikologis pelajar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Informasi itu memang belum resmi. Tapi kami sudah menyiapkan siswa bahwa mereka bisa ujian di sekolah lain. Kami kuatkan siswa, tidak masalah di mana lokasi ujian, yang penting bisa mengerjakan soal,” ujar Abdullah Tiahara, Wakil Kepala SMAN 1 Jakarta Bidang Kesiswaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Haderani Thalib, Wakil Kepala SMAN 28 Jakarta Bidang Kesiswaan, menyatakan belum tahu soal informasi tersebut. Pihaknya masih menunggu pemberitahuan resmi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wakil Kepala SMA Negeri 11 Yogyakarta Budi Basuki mengatakan, beban psikologis peserta UN tahun ini semakin berat dengan adanya percepatan waktu dan dicampurnya peserta UN. Untuk mengatasinya, sekolah mengadakan sejumlah acara peningkatan motivasi, antara lain achievement motivation training dan emotional and spiritual intelegence (ESQ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manggala Putra (16), siswa kelas III IPS SMA Bopkri I Yogyakarta, mengatakan, isu dicampurnya peserta UN tersebut telah santer terdengar sejak awal November ini. ”Kami jelas keberatan. Kami tidak mengenal kondisi sekolah lain. Belum tentu kami nyaman mengerjakan ujian di tempat itu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi serupa juga telah didengar pelajar-pelajar di Kabupaten Kulon Progo. Jenia Dwi Khasanah (16), siswa kelas III IPA 1 SMAN 2 Wates, mengaku khawatir jika informasi itu menjadi kenyataan. Pengacakan nomor dan lokasi UN akan menyulitkan siswa yang rumahnya jauh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenia sudah mengonfirmasi kebenaran isu ini kepada guru-guru di sekolahnya, namun hingga kini belum ada kejelasan. Ia hanya diimbau untuk mengabaikan isu itu dan lebih fokus pada persiapan UN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kabar bahwa pelaksanaan UN dimajukan saja sudah memberatkan kami. Eh, sekarang malah ditambah dengan isu pengacakan lokasi ujian. Kami makin stres,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Kepala SMA Negeri 6 Yogyakarta Rubiyatno, pengacakan lokasi UN dipastikan akan menimbulkan sejumlah kerumitan teknis, salah satunya pada pendataan serta pemetaan penempatan peserta UN. Pengacakan lokasi juga akan membuat kesalahan pengisian nomor lembar jawaban dan berakibat fatal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Pelajar masih sering salah atau lupa memasukkan nomor peserta atau kode soal. Kalau di sekolah sendiri, nomor yang benar akan lebih mudah dilacak, tapi kalau di tempat lain akan sulit,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara terpisah, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, persiapan UN sedang dilakukan. ”Sekarang ini yang penting semua pihak melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya agar para pelajar juga tidak semakin bingung,” ujarnya seusai mengadakan pertemuan internal di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-4900527837670544472?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/4900527837670544472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/peserta-un-2010-dicampur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/4900527837670544472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/4900527837670544472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/peserta-un-2010-dicampur.html' title='Peserta UN 2010 Dicampur'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-6138090969540731455</id><published>2009-11-26T19:22:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T19:39:32.595+07:00</updated><title type='text'>Manfaat Mind Map dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mind Map yang diciptakan oleh Tony Buzan pada akhir tahun 60-an telah muncul sebagai jawaban yang paling ampuh untuk menjawab tantangan pada Era Kecerdasan &lt;i&gt;&lt;b&gt;(The Age of Intelligence)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Bahkan Bill Gates mengatakan bahwa Mind Map merupakan &lt;i&gt;&lt;b&gt;The Thinking Tool for 21st Century&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedemikian pentingnya, maka saat ini berbagai organisasi pendidikan telah mengadopsi metode Mind Map sebagai Thinking Tool yang menggunakan semua kemampuan yang dimiliki oleh otak kiri dan otak kanan secara simultan – Whole Brain bagi seluruh siswanya mulai dari Pre-school hingga Kelas Eksekutif MBA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode Mind Map yang diciptakan oleh Tony Buzan ini juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap langkah organisasi. Mind Map yang mendasarkan pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu R&lt;i&gt;adiant Thinking, Key Words&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Whole Brain&lt;/i&gt; memungkinkan seseorang berpikir secara free-flow, kritis dan kreatif sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam aktifitas dalam organisasi seperti : perencanaan &lt;i&gt;(Planning)&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Note Taking/Making&lt;/i&gt;, pemecahan masalah &lt;i&gt;(Problem Solving)&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Report Writing&lt;/i&gt;, curah-gagasan &lt;i&gt;(Critical &amp;amp; Creative Thinking)&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Memorizing,&lt;/i&gt; presentasi&lt;i&gt; (Presenting)&lt;/i&gt;, and &lt;i&gt;Revision&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mind Map merupakan bentuk catatan yang bersifat grafikal yang memiliki struktur radian dimana dari sebuah pusat yang merupakan topik atau gagasan akan memancar berbagai informasi yang terkait ke segala arah dalam bentuk cabang-cabang utama yang disebut Basic Ordering Ideas – BOI. Di setiap cabang utama ada cabang-cabang yang merupakan sub-gagasan yang akan mengeksplorasi gagasan tersebut secara lebih mendalam. Pada setiap cabang terdapat pula sub-cabang yang secara terus menerus mengeksplorasi gagasan secara lebih mendalam lagi. Dengan demikian, Mind Map memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan mendalam yang tidak dimiliki oleh pencatatan linier.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mind Map membantu kita untuk menghemat waktu dalam membuat catatan. Ini terjadi karena Mind Map hanya menggunakan kata-kata yang mengandung informasi yang diperlukan untuk memahami suatu teks (naskah). Kata-kata tersebut yang kemudian kita kenal sebagai Key Words yang terdiri dari kata benda (Noun) dan kata kerja (Verb) serta sesekali kata sifat (Adjective) dan kata keterangan (Adverb). Umumnya, dalam suatu teks (naskah) jumlah kata-kata kunci ini hanya sekitar 10 – 20% dari seluruh kata yang ada. Sisanya yang 80 – 90% hanya berfungsi sebagai kata-kata penghubung dan pelengkap untuk membentuk kalimat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencatatan linier yang kita kenal hingga saat ini ternyata hanya terdiri dari kata dan angka. Ini sangat berbeda dengan Mind Map yang terdiri dari simbol, gambar, warna dan kode disamping kata dan angka karena Mind Map memanfaatkan kedua belah otak yaitu otak kiri dan otak kanan – &lt;i&gt;Whole Brain Note.&lt;/i&gt; Dengan adanya berbagai fungsi dari kedua belah otak tersebut maka proses untuk mengingat (&lt;i&gt;remembering)&lt;/i&gt; dan memanggil kembali &lt;i&gt;(recalling)&lt;/i&gt; akan jauh lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keunggulan Mind Map dibandingkan pencatatan linier inilah yang akan membantu mengaktifkan otak, fokus kepada pokok bahasan, menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah, memberi gambaran keseluruhan yang jelas dan terperinci mengenai suatu pokok bahasan serta dapat pula untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang akan membantu kita untuk mengalihkan suatu informasi dari ingatan jangka pendek &lt;i&gt;(Short Term Memory)&lt;/i&gt; ke ingatan jangka panjang &lt;i&gt;(Long Term Memory)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keunggulan-keunggulan metode Mind Map tersebut telah dimanfaatkan oleh dunia pendidikan dalam membantu guru-guru mempersiapkan Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas. Manfaat tersebut antara lain :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &lt;b&gt;Menghemat waktu persiapan bahan pelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mempersiapkan bahan pelajaran dalam bentuk Mind Map akan jauh lebih cepat dari pada menuliskannya serta memberi kemungkinan pengajar dan peserta ajar (siswa) dapat mengamati subyek sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &lt;b&gt;Memudahkan perbaikan bahan pelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahan pelajaran dalam bentuk Mind Map juga mudah untuk diperbaiki dari waktu ke waktu tanpa mengubah struktur dari bahan yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, guru dapat melakukan tinjauan ulang secara keseluruhan dengan singkat dan cepat sebelum mulai mengajarkan suatu topik (materi) secara lebih detail. Oleh karenanya, Mind Map akan memicu perkembangan dari materi yang diajarkan dari tahun ke tahun karena berkembangnya pengetahuan dari pengajar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &lt;b&gt;Memudahkan pengorganisasian bahan pelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahan pelajaran yang banyak dan sangat padat dapat dengan mudah diorganisasikan dengan mengurangi volume fisik dari catatan karena Mind Map hanya memuat kata-kata kuncinya saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &lt;b&gt;Menyelaraskan penjelasan bahan belajar dengan waktu yang tersedia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai panduan untuk mengajar, Mind Map dapat membantu pengajar untuk mempertahankan keseimbangan antara spontanitas dalam berbicara dan mempresentasikan materi yang jelas dan terstruktur dengan baik. Di samping itu, Mind Map juga memungkinkan pengajar untuk mengendalikan waktu dengan akurat selama mengajar sehingga tidak akan pernah mengalami masalah kekurangan waktu yang sering dialami sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &lt;b&gt;Membantu pemahaman siswa secara lebih mendalam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan catatan linier, Mind Map tidak hanya menunjukkan fakta-fakta tetapi juga hubungan antara fakta-fakta tersebut sehingga pemahaman mengenai suatu subyek akan lebih mendalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-6138090969540731455?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/6138090969540731455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/manfaat-mind-map-dalam-proses-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/6138090969540731455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/6138090969540731455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/manfaat-mind-map-dalam-proses-belajar.html' title='Manfaat Mind Map dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-7552440157001545729</id><published>2009-11-26T19:14:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T19:29:11.553+07:00</updated><title type='text'>Mendiknas: Kami akan Patuh....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/b&gt;- Menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) dari Pengadilan Tinggi Jakarta tentang pelaksanaan Ujian Negara (UN), Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, Depdiknas akan patuh terhadap keputusan lembaga negara dan siap menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Perubahan ini tentu bukan lantaran adanya keputusan MA itu, tapi bagian dari upaya perbaikan yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat terhadap pelaksanaan UN. Jadi, niat untuk melakukan perubahan itu bukan lantaran adanya keputusan MA itu. Sampai sekarang saya belum melihat dan membaca bunyi putusan itu,” kata Mohammad Nuh dalam siaran persnya, Kamis (26/11) sore.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nuh mengatakan, penjelasan terkait duduk perkara pelaksanaan UN ini diharapkan bisa menjernihkan persoalan yang dipahami secara simpang siur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kami sepenuhnya akan patuh terhadap keputusan lembaga negara dan siap menjalankannya, demikian juga jika ada jalur hukum lain setelah kasasi ditolak. Menurut para ahli hukum, masih ada dalam bentuk PK (peninjauan kembali),” katanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-7552440157001545729?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/7552440157001545729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/mendiknas-kami-akan-patuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/7552440157001545729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/7552440157001545729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/mendiknas-kami-akan-patuh.html' title='Mendiknas: Kami akan Patuh....'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-2567024790654714697</id><published>2009-11-26T19:04:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T19:28:21.523+07:00</updated><title type='text'>UN Cukup Jadi Alat Ukur Kualitas, Bukan Penentu Kelulusan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Semarang&lt;/b&gt; - Keputusan Mahkamah Agung (MA) tentang Ujian Nasional (UN) patut diapresiasi. UN seharusnya memang hanya jadi alat ukur kualitas, bukan penentu kelulusan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau jadi penentu kelulusan, ya memang menimbulkan masalah," kata mantan Ketua PGRI Jateng, Sudharto kepada detikcom melalui ponsel, Rabu (25/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudharto menjelaskan, UN bisa diimplementasikan dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya, jumlah dan kualifikasi guru atau adanya prasarana dan sarana yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Selama ini kan tidak. Semua harus UN. Padahal situasi pendidikan berbeda-beda," ungkap mantan anggota DPD RI periode 2004-2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebab itu, kata Sudharto, dengan terbitnya keputusan MA, pemerintah tak perlu memaksakan diri. Mereka harus mengoreksi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudharto menambahkan, sudah waktunya, pemerintah memetakan situasi pendidikan di berbagai daerah. Mulai dari kualifikasi guru hingga sarana dan prasarana. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Setelah itu, mereka bisa mengadakan UN. Bukan untuk menentukan lulus tidaknya siswa, tapi sebatas mengukur kualitas (prestasi)," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-2567024790654714697?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/2567024790654714697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/un-cukup-jadi-alat-ukur-kualitas-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/2567024790654714697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/2567024790654714697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/un-cukup-jadi-alat-ukur-kualitas-bukan.html' title='UN Cukup Jadi Alat Ukur Kualitas, Bukan Penentu Kelulusan'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-8755662335215996712</id><published>2009-11-26T19:00:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T19:27:43.317+07:00</updated><title type='text'>Putusan MA Tegaskan UN Banyak Masalah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan Tim Advokasi Korban UN (Tekun) dan Education Forum agar ujian nasional (UN) ditiadakan. Putusan tersebut menegaskan bahwa UN memang banyak masalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Putusan MA pada intinya melarang pelaksanaan UN oleh pemerintah merupakan bentuk penegasan legal bahwa UN kita banyak masalah dan karenanya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harus dilakukan evaluasi total terhadap UN itu," kata Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa M Hanif Dhakiri dalam rilis kepada detikcom, Rabu (25/11/2009) malam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Hanif, MA juga telah menyatakan bahwa pemerintah selama ini telah gagal menyediakan pendidikan yang layak. "Pemerintah telah lalai dalam memberikan pemenuhan dan perlindungan terhadap hak warga untuk mendapatkan pendidikan yang layak," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanif menjelaskan, penerapan UN selama ini “digebyah uyah” alias dipukul rata tanpa mempertimbangkan kondisi dari infrastruktur dasar pendidikan. Akibatnya, terjadi diskriminasi antar sekolah satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Anak-anak yang bersekolah di teras masjid dengan yang di gedung diperlakukan sama. Demikian juga dengan mereka yang bersekolah di kota dengan yang di desa atau di daerah tertinggal," cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini jelas tidak adil dan justru memberi insentif bagi terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan UN, seperti kasus guru yang membocorkan soal UN ke siswanya aagr mereka lulus," imbuh anggota Komisi X ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan pertimbangan MA, lanjut Hanif, UN diperlukan apabila seluruh penyelenggaraan pendidikan telah dilakukan secara merata, berkualitas dan terjangkau. UN bisa dilakukan apabila prasyarat dasar seperti sarana prasarana pendidikan memadai, distribusi dan kualitas guru terpenuhi, dan&amp;nbsp; kurikulum pendidikan akuntabel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika selama ini UN diterima oleh lembaga penyelenggara pendidikan, tampaknya lebih karena terpaksa, bukan karena urgensinya dalam proses pendidikan," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-8755662335215996712?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/8755662335215996712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/putusan-ma-tegaskan-un-banyak-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/8755662335215996712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/8755662335215996712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/putusan-ma-tegaskan-un-banyak-masalah.html' title='Putusan MA Tegaskan UN Banyak Masalah'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7602933994915712834.post-6847985752992802073</id><published>2009-11-22T21:39:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T19:25:53.206+07:00</updated><title type='text'>DATA DIRI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/SwlLNH9F6kI/AAAAAAAAAAw/vgG-z52c0dA/s1600/keluarga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/SwlLNH9F6kI/AAAAAAAAAAw/vgG-z52c0dA/s320/keluarga.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Antonius Maryadi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat, Tanggal Lahir&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Magelang, 07-11-1970&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Status&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : K-2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pekerjaan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Guru&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hobby&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Membaca, Olah Raga&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mimpiku sebagai Seorang Guru&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Berawal dari ketertarikanku akan dunia pendidikan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, aku mencoba untuk menikmati apa yang kini kuhadapi yaitu sekolah dan anak didik yang menjadi pergumulanku setiap hari. Peristiwa demi peristiwa, kejadian demi kejadian dan akhirnya terajutlah sebuah pengalaman yang kemudian membentuk diriku seperti sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Ternyata menjadi Guru tidak semudah yang kubayangkan atau orang lain umumnya kira. Ada asa membentang di depan sana ketika kucoba renungkan dalam kesendirianku. Menjadi sedikit berguna bagi orang lain. Itulah mimpiku menjadi Seorang Guru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7602933994915712834-6847985752992802073?l=antoniusmaryadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/feeds/6847985752992802073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/data-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/6847985752992802073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7602933994915712834/posts/default/6847985752992802073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/data-diri.html' title='DATA DIRI'/><author><name>Anton Maryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16047756428990126167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/S1p1wp3DKAI/AAAAAAAAABI/F65lgSxThGA/S220/klg+sehat.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CbrNqfyXOl8/SwlLNH9F6kI/AAAAAAAAAAw/vgG-z52c0dA/s72-c/keluarga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
